Archive for September, 2008
Selasa, 30 November 2123 – 1
Suara apa itu?
Seseorang menangis?
Tidak, terlalu banyak suara yang berbeda.
Suara apa itu?
Siapa yang bicara?
Ketika aku sadar, aku sudah berada di ranjangku. Leherku terasa sakit dan aku tak bisa menggeerakannya. Apa yang terjadi?
Protected: …
Link
Berikut saya berikan beberapa link yang ‘indah’
Dari halaman yang sebelumnya ku-protect untuk nyari reaksi orang-orang dekat dulu
Dan sekarang terbuka untuk umum~! (halah)
Continue reading ‘Link’
Beneath the Sakura Tree
Dengan susah payah, aku berjalan menuju kamarku.
Sebenarnya tidak bisa dikatakan ‘berjalan’, sebab aku hanya duduk di kursi roda dan menjalankannya. Ya, sudah beberapa hari sejak kecelakaan itu terjadi. Aku melihat seseorang yang tiba-tiba menerobos ke tengah jalan dan berhenti di sana pada saat mobil-mobil melaju kencang. Aku mencoba menyelamatkannya, tetapi gagal. Dia malah meninggal karena terdorong olehku ke depan sebuah truk sementara aku kehilangan kemampuanku untuk berdiri. Aku benar-benar merasa bersalah karenanya.
Waktu Terakhir – another story
Cepat-cepat aku turun dari kereta, dan berjalan cepat menuju apartemen’nya’.
Sudah sekitar tiga minggu kami tidak bertemu. Masalah keluarga’nya’ cukup rumit untuk bisa cepat diselesaikan. Sehingga ‘dia’ terpaksa pindah ke kota ini, jauh dari tempat tinggal’nya’ dulu.
Sebelum berjalan menuju gedung apartemen’nya’, aku mampir sebentar ke sebuah toko 24 jam untuk membeli bahan-bahan untuk membuat hot chocolate, minuman kesukaan’nya’.
Hari sudah malam, jalan-jalan pun dipenuhi oleh terangnya lampu dari bangunan-bangunan sekitar. Cahaya yang tidak begitu ‘dia’ sukai.
Aku melihat ke langit, tak ada satupun bintang yang tampak. Hanya bulan yang termenung sendiri di langit gelap.
Waktu Terakhir – a story
Aku terdiam didepan layar laptopku yang sedari tadi kubiarkan menyala.
Kubaca ulang cerita karanganku yang belum terselesaikan. Walaupun entah kenapa ku merasa ku tak perlu menyelesaikannya, dan tidak akan pernah bisa menyelesaikannya. Padahal catatan dari editorku telah tergantung di pintu kulkas sejak enam hari yang lalu, ‘deadline 1 minggu lagi.’.
Aku meneguk sedikit hot chocolate yang baru saja dikirim oleh ‘dia’ dan ku berjalan ke balkon, seraya mengamati langit malam yang gelap dan polos tanpa bintang.





The words they've said