Waktu Terakhir – another story
Cepat-cepat aku turun dari kereta, dan berjalan cepat menuju apartemen’nya’.
Sudah sekitar tiga minggu kami tidak bertemu. Masalah keluarga’nya’ cukup rumit untuk bisa cepat diselesaikan. Sehingga ‘dia’ terpaksa pindah ke kota ini, jauh dari tempat tinggal’nya’ dulu.
Sebelum berjalan menuju gedung apartemen’nya’, aku mampir sebentar ke sebuah toko 24 jam untuk membeli bahan-bahan untuk membuat hot chocolate, minuman kesukaan’nya’.
Hari sudah malam, jalan-jalan pun dipenuhi oleh terangnya lampu dari bangunan-bangunan sekitar. Cahaya yang tidak begitu ‘dia’ sukai.
Aku melihat ke langit, tak ada satupun bintang yang tampak. Hanya bulan yang termenung sendiri di langit gelap.




Fire giving warmth... or burn...