Mungkin udah kelamaan karena baru nulis “resensi” sekarang. (Wuaaaa… baru pertama kali nulis resensi, kalo kesannya ngaco, berbelit-belit, salah pula, maap yaaaah~!! XD )
Tapi apa boleh buat, bukunya baru balik dari tangan temen hari ini =_=”
Ukh…
O ya, ini sama sekali gak ada niat promosi ya
^^a
******
Buku : Ways to Live Forever – Setelah Aku Pergi
Penulis : Sally Nichols
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 216 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Mei 2008. Cetakan Kedua, Juni 2008.
Harga : Rp. 38.000,- (Harga ada kemungkinan udah berubah)
Sam menyukai fakta-fakta. Dia penasaran tentang hantu dan UFO, film horor dan ilmuwan, balon Zeppelin dan kematian. Sam mengidap leukimia. Karena itu, dia ingin tahu fakta-fakta tentang kematian. Sam membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya yang enggan dijawab orang-orang.
Ways to Live Forever adalah buku harian Sam yang berisi berbagai daftar, cerita, foto multipertanyaan dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Kematiannya membuat buku ini menjadi salah satu buku yang paling membangkitkan semangat dalam menghadapi salah satu fakta kehidupan yang tak terelakkan.
Itulah yang tertulis di bagian belakang buku ini.
Seperti yang dituliskan di atas, buku ini menceritakan tentang Sam Oliver McQueen, seorang anak lelaki berusia 11 tahun, di saat-saat terakhir hidupnya. Saat dia belajar di rumahnya dengan gurunya, Mrs. Willis, dan temannya, Felix, yang juga mengidap penyakit seperti Sam.
Juga tentang saat-saat dia bersama Sam, bersama keluarganya. Tentang pemikiran, pengalaman, dan usaha Sam dan Felix untuk melakukan hal-hal yang diinginkan oleh Sam sebelum kematiannya
Kedua gambar di atas adalah dua dari beberapa ‘pertanyaan tak terjawab’ yang terpikir oleh Sam. Yang nantinya untuk beberapa pertanyaan dia bersama temannya, Felix akan memikirkan jawaban mereka sendiri bersama-sama.
Cukup menimbulkan gelak tawa ketika Sam yang berpikiran optimis berdebat tentang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dengan Felix yang memandang sinis kehidupan.
Sam mengerti, bahwa ia bisa meninggal kapan saja. Tapi tak pernah dia murung akan hal itu, dia tetap optimis, dan bahkan (dengan dorongan dari orang-orang sekitarnya) dia melakukan hal-hal di ‘daftar hal yang ingin di lakukan’ yang ia buat.
Walaupun cerita di buku ini berkisar dengan ‘kematian’, ini bukanlah buku yang suram (setidaknya, tidak semuanya
). Buku ini seolah menyiratkan, “Daripada takut akan kematian, pergunakan saja waktu dengan melakukan hal-hal yang belum dilakukan sebelum ‘waktu’mu habis!”
Cerita dalam buku ini mengalir dan ringan, walaupun ada beberapa bagian yang terkesan ‘kebetulan’, dan juga sedih, kebanyakan orang (baca: kebanyakan orang yang meminjam buku ku) terenyuh saat membacanya.
Kalimat-kalimat dalam buku ini kadang terkesan dewasa, kadang bisa cukup mengiris, tapi juga bisa membuat tertawa. Juga dengan beberapa gambar dan tulisan yang seolah buku itu adalah scrapbook, buku ini menjadi tidak membosankan untuk dibaca.
Entah kenapa, novel ini dikategorikan sebagai novel dewasa (huuh, gara-gara ini jadi dituduh yang aneh-aneh sama guru les~!). Mungkin karena tema ‘kematian’ cukup berat untuk dibaca oleh anak-anak, walaupun Sam, yang menceritakan cerita di buku ini adalah anak-anak. Tapi tenang~, gak ada yang ‘berbahaya’ dalam buku ini
.








jadi pengen baca nih
beliin dnk
*menadahkan tangan*
ummm…
gak ada duitt~~
XD
Kupinjemin aja mau?
nih
hahahahha iy mprriiisss !!!
critanya bagusssss…. XD
boleh boleh
mana, sini beriin
*pasang mata melas*
@Dela :
iyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
XD
@Andyan :
nih
*lempar*
*bukunya nancep d mata*
*berdarah2*
*pingsan*
*bawa ke kuburan*
*gali lobang*
*tutup*
Hmm kebetulan baca buku ini tadi malam,
Well entah karena SAM’s point of view kali ya yang bikin topik leukimia itu menjadi nampak ringan
Walo bahasanya ga spesial2 amat (mungkin banyak penerjemahan yang ‘lost’) tapi it’s a nice book
*kluar dari kuburan*
*baca buku*
Hmm…
Kayaknya aku tau kenapa kamu beli buku ini ^_^
Hmm… kematian mungkin adalah jawaban segala sesuatu.
Thx 4 the review…
Dah lama nyari novel yg berat. Mudah2an sya bisa terbuai seperti pas baca Dunia Sophi
)
(kecewa jrg ada novel berat asli indonesia selain Supernova ma Bilangan fu
@eru :
tengs for visiting my (useless) blog
(_ _”)
mungkin begitu, karena dia juga nyikapin penyakitnya dengan (cukup) santai.
Tapi emang terjemahannya bikin ada kata2 yang ilang . Contoh :
“Find a girl named Eve. So, even if you can live forEVER, you can still live forEVE”
@Ein :
Gyaaaaaaaaaaa
Diem kamuu!!!
@nirleka :
yor welkem
IYa, novel sekarang kebanyakan ttg cinta
=w=
males bacanya…
Wah.. Jadi minat baca juga nih.
@fantasyforever :
Ehehehe
Douzo~
^__^
cinta memang hebat, bukan cuma dilagu tapi di novel juga jd tema yg diminati
cerita ny sedih bgt..huhu
felix ny mati..
huhu
jempol d buat ne novel.