The World
Sama kayak Synchronicity sebelumnya. Post ini juga kutulis berdasarkan lagu. Lagu yang terpilih kali ini *halah* adalah The World dari .Hack//SIGN
~**~
The World, by Yuki Kajiura
You are here alone again
Siapa itu? Dia yang berada di ujung dunia, terpisah dari yang lain?
In your sweet insanity
Siapa itu? Yang terus, selalu berada di sana, seorang diri, berdiri tegak membelakangi dunia?
All too calm, you hide yourself from reality
Dia berusaha menghilangkan dirinya, dia tak ingin orang lain menyadarinya. Dipelajarinya penyamaran sang bunglon, walau nyata hasilnya bahwa ia sama sekali tak berhasil.
Do you call it solitude? Do you call it liberty?
Orang bilang dia gila. Orang bilang di memiliki dunianya sendiri. Orang bilang dia tak ingin didekati. Orang bilang dia lebih suka sendiri. Orang bilang itu ketenangannya. Orang bilang itu kebebasannya.
When all the world turns away to leave you lonely
Tapi kenapa aku melihat pancaran kesedihan, kesepian dari punggungnya? Mengapa aku melihat juntaian rantai tergantung dari lehernya, sama seperti yang lain?
The fields are filled with desires
Siapa kamu? Orang yang memiliki pertanyaan tanpa jawaban.
All voices crying for freedom
Ini adalah dataran luas, dimana semua yang hidup terikat oleh rantai. Setiap orang memiliki keinginan. Tiap keinginan terkekang oleh rantai. Tak ada yang pernah benar-benar terpenuhi. Tak ada yang pernah benar-benar puas. Beberapa mencoba untuk lepas, memusnahkan rantai yang membelenggunya. Tapi lalu rantai itu membelit lebih erat bagai uler yang menangkap mangsanya. Bahkan ada yang terjerat sampai sesak lalu mati. Beberapa mencoba menguasai yang lain. Mengerahkan segala cara untuk berada di depan. Berusaha sekeras mungkin memindahkan erat ikatannya ke orang lain. Beberapa berhasil dan dipatuhi, sisanya gagal dan dimusuhi.
But all in vain they will fade away
Namun ia bukanlah keduanya. Ia memilh untuk sendiri, memilih untuk tidak memilih. Ia memilih untuk tak berbicara. Namun ia tak memilih untuk bertanya. Ia tak ada di sana. Tubuhnya memang jelas terlihat dari sini, namun pikirannya melayang menjauh, menjauh, menjauh, hingga pekikan ribut yang mengharap kebebasan itu tak lagi dapat terdengar. Mencari, mencari, mencari jawaban sejauh-jauhnya untuk tiap pertanyaanmu.
There's only you to answer you, forever
Tapi itu sia-sia. Seharusya kau tahu bahwa tak akan ada orang, sepintar apapun dia, yang dapat menjawab pertanyaanmu selain kamu sendiri.
In blinded mind you are singing
Siapa itu? Dia dengan nyanyian kelam dari dirinya?
A glorious hallelujah
Ia memandang kegelapan bersama nyanyian tentang kebahagiaan, tentang keceriaan dan kebersamaan yang terlantun dengan penuh keanggunan. Mengesampingkan kenyataan tentang dirinya yang sendiri dan terlupakan.
The distant flutter of angels
Malaikat-malaikat semi-transparan mengelilingimu, kicaunya samar, mengikuti nyanyianmu, menemanimu, mencoba menyelamatkanmu dari jurang kesendirian.
They're all too far, too far to reach for you
Tapi mereka tak terdengar olehmu, kamu telah berada jauh, jauh, jauh di dalam guamu. Perasaan mereka tak dapat menyentuh hatimu, suara mereka lenyap di telingamu, sosok mereka gelap di matamu. Terlambat sudah… Kau tak dapat terjangkau lagi…
. . .
Siapa itu…?
. . .
. . .
. . .
Itu aku
. . .
. . .
. . .
I am here alone again
Seperti biasa, aku berada di sini, sendiri lagi, menebarkan laguku tentang kebahagiaan. Lagu dusta. Laut di hadapanku tak berujung, ia bergerak-gerak menghantam kakiku. Sesaat aku ragu, tapi laut terlanjut menyentuhku. Pasang telah naik. Aku terbuai, tubuhku menggigil ketika kegilaan merambat naik dari kakiku, kemudian menjalari seluruh tubuhku.
In my sweet serenity
Manis… Air makin menarikku, menggodaku mencicipi kenikmatannya yang terlarang. Aku melangkah maju, nyanyianku kian lantang. Kini aku sarat akan perasaan aneh ini. Aku tertawa dalam nyanyianku. Orang-orang bilang aku gila. Ya, aku gila, tapi tidak bagiku. Aku hanya menikmati hidup dengan caraku sendiri. Air kini gembira menyambut tubuhku yang sudah setengahnya tenggelam. Ia makin menggelegak, menari bersama laguku seperti kebahagiaan yang berdansa dengan kedamaian dalam kepalaku. Kuikuti langkah-langkah ringannya, kubiarkan kakiku melangkah, tubuhku berputar, pasir menyelip di sela-sela jemari kakiku.
Hoping you will ever find me in any place
Orang bilang aku memiliki duniaku sendiri. Ya, aku benci dunia mereka. Aku memilih duniaku sendiri, yang mereka bilang penuh kegilaan, penuh kesengsaraan. Bukankah dunia mereka yang seperti itu? Tapi Peduli apa? Ini duniaku, mereka tak dapat mengubahnya. Keraguanku hilang sudah. Aku terus melangkah maju, membiarkan air yang ramah memeluk tubuhku. Ia memusnahkan rantai belengguku. Mempertemukan kebahagiaan dan kedamaian dengan kebebasan. Tubuhku kini melayang. Langkahku ringan sekarang. Orang sadar aku menghilang. “Peduli apa?” mereka bilang. “Biar saja,” kubilang. Aku tak ingin diriku dikenang. Laguku kian samar, bercampur dengan suara ombak yang menciptakan paduan suara untuk menyambutku. Bulan menggantung di atas sana, menjadi dirigen bagi laut yang beriak gembira.
I will call it solitude when all my songs fade in vain
Aku tak lagi dapat melangkah. Kakiku terangkat hingga tak lagi dapat menyentuh pasir. Tubuhku kian melayang. Hanya biru di mataku, hanya air di tubuhku. Kedamaian merangkul benakku. Namun laguku tetap ada, bersama laut dan bulan mengantarku menuju keabadian.
In my voice, far away to eternity





wew, liriknya keren
July 27, 2010 at 7:52 am
iya keren !_!
*salaman deal*
July 27, 2010 at 9:16 pm
aku suka gambarnya!
ceritanya juga!
-keberatan tidak untuk cek ceritaku juga?
January 30, 2011 at 5:50 am
Makasih xD
Otewe jalan2 ke blogmu
April 14, 2011 at 12:24 am