The forgotten snow dust…

Senin, 29 November 2123

Aku membuka mataku dan duduk di atas kasur. Kulihat Kyou tertidur, dia duduk di kursi yang berada di sebelah kasurku, kepalanya bersandar pada tangannya yang terlipat di sebelahku.

Aku merasa pusing, jadi ini bukan mimpi?!

Apa yang harus kulakukan?!
“Ah, Rein, kau sudah bangun lagi…” Kyou terbangun, mengusap matanya dan menguap.

“Err…”

“Apa?”

“Kamu tidak sekolah?” Aku bertanya.

Dia terdiam sebentar, melihatku. Kemudian kepalanya perlahan bergerak ke arah jam yang tergantung di belakangnya. Jam 07.40, tiba-tiba mukanya memucat.

“AAAAAAHHH!!! AKU AKAN TELAAAAT!!”

Dia berlari ke kamar mandi di kamarku, (aku bisa mendengar suara ribut-ribut dari dalamnya) dan keluar sekitar 7 menit kemudian.

Rambutnya basah, dan seragamnya tidak teratur, kancing kedua terkait di lubang pertama dan dasi dibiarkan tergantung di lehernya. Dia berlari kecil mendekati sofa, meletakkan laptopnya ke dalam tas sambil berkata, “Rein, aku ‘kan segera kembali secepat mungkin. Saat aku pergi, jangan pergi keluar kamarmu, ok?” Lalu dia mengambil jasnya, melambaikan tangan padaku dan berlari keluar kamar.

Sekarang aku sendirian di ruangan besar ini.

Aku bergerak ke ujung kasur yang tertIetak dekat dengan jendela dan membukanya. Menutup mataku sambil menikmati angin yang berhembus perlahan, memainkan rambutku.

Suasana si sini benar-benar sangat damai…

Aku membuka mataku dan baru menyadari, ada sesuatu yang aneh di luar sana.

Bangunan-bangunan yang runtuh di seberang jalan, tanah di halaman yang retak terbelah, dan bercak-bercak darah di jalanan. Tetapi orang-orang hanya lewat begitu saja, seolah mereka tidak melihat apapun.

Apakah hanya aku yang melihat hal-hal itu?

Tapi aku berhanti berpikir demikian, ketika seorang anak kecil berteriak, “MAMA, AYO PULANG! AKU TAKUUT! MAMAAA!!” Kemudian dia menangis dengan keras.

Fyuuh… Terimakasih, anak kecil…
Aku sudah capek dengan hal-hal aneh ini…

Apabila hanya aku yang bisa melihat hal-hal itu…
Entah apa yang akan kulakukan selanjutnya…

Aku masih melihat ke luar jendela. Ketika kemudian aku menyadari ada seseorang yang memperhatikanku. Rambut ivory panjangnya menutupi mata kanannya. Dan dia terlihat memiliki aura yang berbeda di sekitarnya. Aku tidak yakin. Aku tidak bisa melihat aura tapi aku hanya merasakannya.

Lalu bibirnya bergerak, seolah sedang mengatakan sesuatu.

“Datanglah kepada kami. Kami membutuhkan anda sekarang.”

Ini aneh!!
Aku berada di lantai dua rumahku, dan dia berada di bawah!
Bagaimana bisa aku mendengar suaranya?!
Uuukh…. Hal aneh terjadi lagi!

“Jadi, apakah anda bersedia bergabung dengan kami?”

Tiba-tiba aku merasa angin berhenti bertiup.
Rasanya begitu dingin. Tak ada yang bergerak, bahkan air di air mancur sekalipun tidak bergerak! Seolah waktu sedang berhenti.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Leher belakangku serasa terbakar. Sakit! Kututup jendela di depanku dan mendorong diriku ke kasur.

Sakit! Aku tak bisa menahannya lagi!

Aku berteriak dibalik bantal, sehingga tak seorangpun dapat mendengar teriakanku.
tapi itu hanya membuatnya bertambah sakit!

“Cih… Ada pengganggu! Selamat tinggal untuk saat ini”

Ini tak mungkin bisa terjadi!
Aku sudah menutup jendelanya!
Tapi aku masih bisa mendengar suaranya!

Ini membuatku penasaran, tetapi kepalaku sudah tak bisa berpikir lagi. Karena semakin banyak waktu berlalu, rasa sakitnya terasa semakin parah.

Aku berlari ke kamar mandi dan berjalan melewati cermin. Kulihat sebuah simbol aneh melingkari leherku. Tapi aku tak bisa berpikir apa-apa. Jadi aku meninggalkan cermin itu, menyalakan shower, dan mebasahi kepalaku.

Terasa lebih baik…

Aku mematikan showernya dan berjalan menuju cermin. Simbol itu sudah hulang, tetapi aku terus memandangi bayangan yang terpantul di cermin.

Jadi aku memiliki mata berwarna biru…
Mereka… Sungguh cantik…

Aku terus memandangi bayanganku sendiri. Tapi kemudian kusadari bahwa cermin tersebut tidak memantulkan bayanganku.

“Tidak, jangan pergi dengan mereka… Kamu hanya akan menyiksa dirimu sendiri.”

Aaah! Sebuah suara lain yang tidak kukenal!

Apa yang terjadi? Aku merasa mengantuk.

Hei… Bangun!

9 responses

  1. tia ryojima

    uhuyy tetap teruskan critanya..

    bagus bagus..😀

    31 August 2008 at 5:47 pm

  2. IYaaa…
    TengkyuTengkyuuu😄

    2 September 2008 at 1:33 pm

  3. nirleka

    Tato di blakang leher?
    Esper?
    Lanjut chapter selanjutnya…🙂

    31 October 2008 at 11:05 pm

  4. lalala~
    *no spoiler allowed*

    31 October 2008 at 11:50 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s