The forgotten snow dust…

Selasa, 30 November 2123 – 1

Suara apa itu?
Seseorang menangis?
Tidak, terlalu banyak suara yang berbeda.
Suara apa itu?
Siapa yang bicara?

Ketika aku sadar, aku sudah berada di ranjangku. Leherku terasa sakit dan aku tak bisa menggeerakannya. Apa yang terjadi?

Aku merasa lebih pusing dari sebelumnya, kepalaku terasa begitu berat. Aku meletakkan tangaku diatas kepala, mencoba mengurangi rasa sakit yang terasa, tapi sia-sia. Kemudian aku menyadari bahwa aku tidak sendiri di ruangan ini. Ada beberapa kelompok orang-orang yang tidur di sini. Siapa mereka? Mereka tidur di bebagai tempat yang berbeda. Di sofa, kursi, dan berbagai tempat lainnya.

Ada sekitar limabelas orang di ruangan ini, laki-laki dan perempuan. Mereka semua masih mengenakan seragam sekolah, dan semuanya sedang tidur.

Aku menyadari bahwa seseorang yang kutunggu tidak berada di sini.

Kyou? Dimana Kyou?
Aku benar-benar bingung, aku ingin bertanya sesuatu padamu.
Dimana kamu? Kyou!

Dengan panik aku turun dari kasur dan berlari menuju pintu. Tapi, ketika aku nyaris menyentuh gagang pintu, pintu kamarku dibuka dari luar.

Aku tidak bisa menghentikan lariku, sehingga aku menabrak orang yang membuka pintu itu.

“Ah… ma… Maaf, aku tidak bisa berhenti berlari, dan… lalu aku…”

“Rein, kamu sudah bangun?!” Lelaki itu berkata. Aku memandangnya dan merasa aku pernah melihatnya di suatu tempat.

Tunggu sebentar, aku ingat reambut berwarna ivory itu!
Warna rambutnya sama dengan orang itu!
Apa mereka orang yang sama? Atau hanya mirip?

“Rein? Kamu tidak apa-apa?”

Aku terus memperhatikannya. Membuatnya sangat bingung.

Tidak, suara dan auranya agak berbeda dari orang sebelumnya.
Mungkin mereka hanya mirip.

“Halo? Rein? Uugh… Haloo?”

Dia masih mencoba menyadarkanku yang tenggelam dalam pikiranku, tapi aku terlalu sibuk berpikir. Kemudian, seseorang datang.

“Yo! Eriil, kenapa pintunya kau biarkan terbuka? Kamu menyia-nyiakan AC-nya, tahu!”

“Ah, maaf, Kyou. Aku luma menutup pintunya, karena saat aku membukanya tadi, Rein menabrakku dan dia tetap mengamatiku seperti ini sejak tadi,” lelaki berambut ivory berkata.

“Rein, kau tidak apa-apa?” Kyou mengibas tangannya di depan mukaku. Aku mengedipkan mataku, dan kembali ke alam sadar.

“A.. Ah, maaf… Aku…”

“Tidak apa,” lelaki berambut ivory itu berkata lagi.

“Err… Kyou…”

“Ah, Aku lupa, maaf Rein,” Kyou menutup pintu dan berdiri di sebelahnya, “ini Eriil, teman sekelasku, dia sangat dekat denganmu sebelumnya.”

“Kuharp aku bisa menjadi teman dekatmu lagi, Rein,” dia tersenyum, aku membalas senyumannya.

Ya, dia bukan orang yang tadi.
Wereka hanya terlihat mirip.

“Dan Rein, kamu tidak apa-apa?” Tanya Kyou, “ketika aku pulang tadi, kasurmu kosong, dan aku menemukanmu tak sadarkan diri di kamar mandi. Apa yang terjadi?”

“Hehe… Rein, kamu tau?” Aku menggelengkan kepala, “sebelum dia menemukanmu di kamar mandi, orang ini mencarimu sampai taman di perbatasan kota–yah, itu sangat jauh dari sini–lalu kembali ke sekolah untuk memberitahu teman-temannya, dan berlari keliling kota, lalu kembali ke sini lagi dan menemukanmu. Kemudian dia kembali lagi ke sekolah untuk memanggil dokter sekolah, dan akhirnya kembali ke sini lagi. Bajunya tadi benar-benar basah ole… uph…” Erril tak bisa melanjutkan kata-katanya karena Kyou menutup mulutnya

“Eriil!! Diam!”

Lalu Kyou melepaskan Eriil, dan dia berbisik padaku, “itu berarti dia sangat peduli padamu. Ketika kamu koma, dia seolah kehilangan jiwa. Tapi sekarang kamu sudah sadar, dan dia kembali menjadi dirinya lagi,” Eriil tersenyum.

Ketika aku mulai berpikir lagi, Eriil dan Kyou membawaku ke kasur, “sekarang masih tengah malam, lebih baik kamu tidur lagi.”

Hee?? Aku harus tidur lagi!?
Aku sudah begitu lama beristirahat, dan mereka masih menyuruhku untuk beristirahat?
Uuuh… Membosankan…

Tapi aku berhenti berjalan dan menggenggam tangan Kyou, “Tapi aku ingin keluar. Di sini membosankan… Boleh ya? Ya? Ya? Ya?” I memeluk tangan Kyou, membuat mukanya memerah seprti lobster.

“Ta… Tapi Rein. Di luar masih terlalu berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,” Kyou kembali normal, “di sini lebih aman.”

“Tapi Kyou, tidakkah kamu berpikir kalau sekarang, di sini maupun di luar sama saja?” Eriil berkata, keduanya saling melihat mata masing-masing seolah mereka berbisara menggunakan telepati. Dan ketika mereka melakukannya, aku mendengar sesuatu.

Tidakkah kamu berpikir mereka telah mengetahuinya? Keduanya…,suara yang ini sama dengan suara Eriil, hanya saja terdengar bergema,Lihat saja akan apa yang terjadi sebelumnya!

Kau benar. Tapi…,dan suara ini benar-benar sama dengan suara Kyou!

Aku jadi makin bingung, jadi aku bertanya pada mereka, “Err… apa kalian menggunakan sejenis telepati? atau sejenisnya…?” Mereka berdu terkejut mendengar pertanyaanku, dan memandangku seolah aku adalah makhluk tak dikenal yang baru mereka tamui sekarang.

“Rein… kamu mendengar percakapan kami?” Eriil bertanya dengan kaget. Aku tak tahu apa yang sebaiknya kulakukan, jadi aku hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa. Erril menghela napas, dan berkata, “Lihat… Dia bisa mendengar kita sekarang…”

Kyou kembali tenang, dan dia duduk di sofa, “ya, kau benar.”

Semua menjadi hening selama beberapa menit. Dan aku tidak tau apa yang sebaiknya kulakukan. Jadi aku juga hany terdiam.

Sampai akhirnya, Kyou bergerak sedikit, “baiklah, hari ini kita akan berjalan-jalan bersama mayat-mayat tidur ini. Tapi sekarang, kamu istirahat dulu, ya? Paling tidak sampai jam 6, ok?”

“Tapi, apa kalian tidak sekolah? Hari ini kan hari selasa…”

“Ini HUNGER gakuen! Setiap satu hari terakhir dalam satu bulan adalah hari libur,” jawab Eriil, “jadi, mau atau tidak?”

“MAUU!!” Aku berteriak penuh semangat, melompat ke kasurku, dan memeluk guling.

Aku tidak sabar menunggu pagi ini datang!!

2 responses

  1. nirleka

    Hmmm… menarik…
    Terasa aroma manganya… (entah dari manga apa kmu terinspirasi)
    Keep writing…

    31 October 2008 at 11:11 pm

  2. gyaaaaaaaaaaaaaaa
    *aku lupa kalo ni cerita dah nunggak~!!*😄

    31 October 2008 at 11:50 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s