The forgotten snow dust…

Another poem

Hanya puisi lebay geje yg tiba2 nongol k pikiran.
Ahahahahaha

*****

Kulihat lagi gambaran-gambaranku yang dulu
Wajah-wajah mereka yang penuh semangat
Wajah-wajah mereka yang sedih dan putus asa
Wajah-wajah ‘ciptaan’ku.

Terkenang kembali perasaan saat itu
Perasaan yang kutuangkan pada selembar kertas
Perasaan yang kupindahkan dengan tinta dan arang
Perasaan yang tak terbaca oleh orang lain

Tak bolehkah ku tenggelam dalam duniaku?
Tak bisakah kau biarkanku mengangis?
Tetaplah tertawa seperti dulu
Walau ku sedang menangis dalam kegelapanku

Tak bolehkah ku terlarut dalam kesunyian ini?
Karena ku terlanjur menyukainya
Tak bisakah orang-orang tak mendekatiku?
Ku telah terbiasa dalam kesendirian ini

Kupandangi lagi kenanganku di masa lalu
Tetaplah tersenyum walau ku menangis sendirian di sini
Atau kau ingin aku tertawa dengan topeng sementara ku menangis di baliknya?
Tapi…

Akankah kau menyadarinya?

9 responses

  1. hidupku bukan untukmu
    untuk kalian bukan dariku
    tapi ini aku
    hanya aku
    merah, hitam, putih, abu-abu
    hidupku dalam sendiriku
    hanya diriku

    20 November 2008 at 1:18 pm

  2. @andyan :
    Makasi tambahannyaaaa
    ^o^
    *tubruk.peluk*

    24 November 2008 at 12:21 am

  3. ay-yay captain

    24 November 2008 at 10:03 am

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s