The forgotten snow dust…

Amanda in the Twisted Wonderland

Adalah suatu ketika, seorang anak bernama Amanda sang penjual brownies kukus terkemuka diminta oleh ibunya untuk mengantar brownies untuk neneknya. Medan perjalanan ke rumah neneknya cukup berat, ia harus mendaki gunung, melewati lembah dan menyebrangi sungai yang mengalir indah ke samudra, tapi selain itu, yang paling berbahaya adalah perjalanannya melewati twisted forest. Dimana seekor srigala yang ngidem brownies, tapi tak pernah berhasil mencurinya, menunggunya dengan tidak sabar.

Amanda, tanpa mengetahui hal tersebut, berjalan dengan santai masuk ke dalam hutan. Tak berapa lama, ia menemukan batu-batu yang bercahaya redup di tanah. Karena penasaran, ia mengikutinya. Hingga sampailah ia di sebuah rumah indah berbau manis yang tak lain adalah sebuah rumah kue yang lezat. Amanda membuka mulutnya lebar-lebar, bersiap menggerogoti habis rumah kue itu. Tetapi gerakannya terhenti saat ia mendengar suara teriakan yang memilukan. Amanda memakan sebagian rumah itu hingga terbentuklah sebuah lubang kecil yang memungkinkannya melongok ke dalam.

Pemandangan yang berada di dalamnya membuat Amanda terkesiap. Di rumah kue itu, terlihatlah seorang nenek yang sedang mengaduk kuali besar yang panas, beserta dua orang anak yang diikat di pojokan dindingnya.

Tanpa pikir panjang, Amanda memutuskan untuk menolong mereka. Dibukanya pintu rumah kue itu dengan kasar, didorongnya nenek itu ke dalam kuali (yang ternyata belum terlalu panas), serta dengan gerakan secepat kilat dilepasnya ikatan pada kedua orang anak di sana, mereka lalu berlari keluar, sejauh-jauhnya dari rumah kue itu. Tetapi mereka terlambat, nenek itu telah mulai mengejar mereka dengan Nimbus 2000nya.

Ketiga anak itu berteriak menutup mata saat mereka terpojok di hadapan sebuah perahu terbalik yang begitu besar. Seekor serigala, yang ngidem brownies itu loooh, turut menerkam. Sayangnya karena titik fokus penglihatan sang serigala hanya 10 cm dikarenakan kebiasaannya begadang main game online setiap malam, ia malah menyerang nenek sihir itu hingga mereka berdua jatuh terjembab. Amanda dan dua anak lainnya terselamatkan. Sambil terheran-heran, ketiga anak itu berkenalan. Mereka memperkenalkan diri sebagai Hansel dan Gretel. Mereka sempat bercengkrama sebentar, tetapi Amanda yang teringat akan amanat ibunya memohon diri untuk melanjutkan perjalanan. Meninggalkan Hansel dan Gretel yang lanjut menjarah rumah kue itu.

Amanda masih asik berjalan sambil bernyanyi ketika sebuah mobil dengan figur kuda jingkrak mini di depannya melintas di tengah hutan dan berhenti tepat didepannya. Seorang yang mengenakan jubah kerajaan mewah berwarna merah keluar dari mobil itu, satu tangannya memegang sebuah sepatu indah yang terbuat dari karet (baca : sendal jepit). Pangeran itu menyatakan maksudnya, yaitu meminta tolong pada Amanda untuk memakai sandal jepit mungil itu, karena dia yang mencuri hatinya melarikan diri dengan meninggalkan sepatu itu saat pesta. Sebagai pangeran yang terhormat tentu ia tak akan mau kehilangannya begitu saja sehingga ia berkeliling dunia mencarinya.

Amanda mencoba sepatu itu, namun kaki gajahnya bahkan tak dapat menggunakan sepatu itu walau hanya setengahnya. Sembari berusaha melepas sepatu itu, Amanda berbicara meminta maaf. Pada saat yang sama sang serigala melompat dari balik semak-semak, Amanda tanpa mengetahuinya berjongkok untuk melepas sepatu yang makin melekat di kakinya, hingga sekali lagi sang serigala gagal menjalankan niatnya. Amanda lalu berdiri untuk memberikan sepatu itu kembali pada sang pangeran, tetapi sang pangeran hilang karena terkena terkaman serigala hingga jatuh ke semak-semak, jadi Amanda melempar sepatu itu begitu saja dan dengan sukses mengenai kepala serigala, membuatnya kembali pingsan.

Amanda pun melanjutkan perjalanannya. Kelelahan, ia duduk di atas sebuah pohon tumbang, bersender pada sumur di belakangnya. Ia begitu menikmati keadaan hutan yang tenang, hingga ia mendengar sesuatu. Bisikan-bisikan minta tolong bergema, datang dari belakangnya. Ragu-ragu Amanda menoleh. Berteriak lalu melarikan diri adalah pilihannya saat melihat sebuah sosok berambut hitam panjang dengan gaun putih keluar dari sebelah sumur tersebut.

Cukup jauh ia berlari, napasnya keluar masuk tak teratur karena kelelahan. Ia jatuh terduduk di atas rerumputan, terengah-engah. Sebuah bayangan besar muncul di hadapannya. Sang serigala menemukan mangsanya. Amanda yang sudah kelelahan tak lagi dapat berlari. Dengan cekatan Hansel menendang serigala itu hingga sang serigala yang kaget melarikan diri. Hansel lalu menjelaskan dirinya dan adiknya yang tidak tahu jalan pulang, sehingga mereka mengejar Amanda.

Hansel lalu memanggil Gretel, yang sebelumnya bersembunyi di semak-semak. Sayangnya tak ada jawaban, hanya desir angin menyapu dedaunan yang menjawabnya. Di tempat Gretel bersembunyi sebelumnya mereka menemukan surat yang menyatakan bahwa Gretel diculik oleh sang srigala. Dengan kejadian ini, tentu saja Hansel mengikuti Amanda untuk mendapatkan kembali adik kesayangannya.

Di depan rumah nenek mereka bertemu. Sang serigala dengan tatapan tajam meminta brownies itu dari Amanda. Tetapi tanpa ampun Hansel menyerangnya. Semua jurus yang ia ketahui ia keluarkan, namun sayang, serigala itu jauh lebih kuat daripada dirinya hingga pada akhirnya ia terpelanting jatuh.

Pada saat yang sama, Amanda mendapati sebuah pedang tertancap di sebelahnya, dengan hati-hati ia cabut pedang itu. Pedangnya terlepas! Sayangnya, pedang itu terpotong tapt pada bagian mata pedangnya. Dianggap tak berguna, pedang itu diarahkan dan tepat mengenai kepala si serigala. Hansel bersorak riang.

Kemudian Hansel mencoba menelpon adiknya, tetapi suara handphone adiknya dengan sangat jelas terdengar dari perut si serigala. Hansel mengeluarkan alat jahitnya dan mengajak Amanda untuk membuka perut serigala itu, dengan jaminan surat izin sebagai dokternya.  Mereka lalu mempersiapkan diri untuk melakukan pembedahan darurat.

Semua telah dipersiapkan dan operasi berjalan lancar, Gretel dan seorang nenek keluar penuh suka cita dari perut si serigala. Nenek itu tak lain adalah nenek Amanda, brownies kukusnya tiba dengan aman di tempat sang nenek.

Perjalanan panjang Amanda telah selesai. Mereka pamit pada sang nenek. Lalu Hansel, Gretel dan Amanda berjalan riang kembali menyebrangi hutan.

Credits to “Scarlet” by Petshop, a ‘minigame’ in comic.

2 responses

  1. ceritanya kyk scary movie nih. Dicampur2. Hahaha. Jadi pengen cake

    11 July 2010 at 10:57 pm

    • ini cerita pas aku drama kelas 7, kebayang gimana ribetnya?😄

      20 July 2010 at 7:15 am

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s