The forgotten snow dust…

The Book of Lost Things

Resensi novel yang lainnya😀

Ahahahaha…

*gajel mode : on*

Buku ini udah lama ku temuin, ehm… dapet.. ups… beli😀.

Tapi baru selesai Senen ini (baru baca kemarennya =p)

Sekali lagi… ga ada niat promosi.

Cuma buat apresiasi karya sastra aja (halah…)

Buku : The Book of Lost Things – Kitab Tentang Yang Telah Hilang
Penulis : John Connoly
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 472 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Agustus 2008
Harga : Rp. 45.000,-
(Harga ada kemungkinan udah berubah)

Dongeng ini diperuntukkan bagi orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masa kanak-kanak mulai berlalu dan jalan menuju kedewasaan telah terbentang.

Ini dongeng tentang anak lelaki bernama David, yang tersesat ke sebuah negeri di mana Snow White, Putri Tidur, dan si Tudung Merah bukanlah seperti yang kita kenal dalam buku-buku cerita. Negeri ini diperintah oleh seorang raja yang menyimpan rahasia-rahasianya dalam sebuah kitab misterius: Kitab Tentang Yang Telah Hilang.

Sang Raja yang kian hari kian tua belum juga menemukan penggantinya.Dan kepadanyalah David mesti menghadap, supaya bisa menemukan jalan pulang ke dunianya. Namun jalan menuju kastil Raja penuh rintangan dan bahaya. Kawanan serigala tidak rela manusia menjadi raja, dan mereka siap berperang untuk mengambil alih kekuasaan.

Itu yang tertulis di bagian belakang buku. Kalo review dariku sendiri di bawah ini😉
Tapi perhatian… Ini agak spoiler yah😀

(tapi Cuma depannya kok, kan gak seru kalo ku ceritain akhir en tengahnya)

Pada zaman perang dunia II. Bermula dari kematian ibunya, David mengalami ‘serangan-serangan’ yang membuatnya tak sadarkan diri. Dan entah kenapa, dia dapat mendengar buku-buku berbisik diantara mereka, berbicara satu sama lain, dan lebih terdengar jelas saat ayahnya menikah lagi dan pindah ke rumah ‘ibu’ barunya yang tidak terlalu David sukai.

Di rumah itu dia mendapat kamar di atas, dimana kamar itu seolah menyatu dengan alam sekitarnya. Langit-langit yang rendah, dinding yang bercat biru terang sehingga terlihat seperti bagian dari langit yang sebenarnya pada saat hari cerah, dan tanaman poison ivy yang mengintip melalui celah-celah tembok.

David tidak menyukai Rose, ibu barunya, dan adik tiri yang seayah dengannya. Dia masih menyayangi ibunya, dan tidak mau menerima keberadaan Rose sebagai seorang ‘ibu’ untuknya, begitu pula dengan Georgie, adik tirinya yang menyita sebagian besar perhatian ayahnya.

Sampai suatu saat, dia mendengar suara ibunya yang sudah meninggal dari kebun cekung di sekitar rumahnya. Terdapat sebuah lubang di kebun itu, dan dari sanalah ia mendengar suara ibunya yang mengajaknya masuk.

Pada saat yang sama, pesawat Jerman datang dan melemparkan bom ke taman cekung itu, sehingga mau tidak mau, David terpaksa memasuki lubang yang selama ini menjadi misteri tersebut.

Itulah awal dia sampai ke dunia yang tak ia kenal. Dimana para Loup, sejenis manusia srigala, dan srigala-srigala anak buahnya menemukannya dan mulai mengejarnya. Loup jantan, Leroi, yang berniat menjadi raja di dunia itu menggantikan raja yang sekarang yang sudah tua dan ‘tidak terlihat lagi.’

Dunia itu adalah dunia dengan dongeng-dongeng yang tak pernah terpikir sebelumnya. Siapa yang pernah mengira, bahwa Snow White adalah seorang wanita gemuk, egois dan menyebalkan, yang bahkan ketujuh kurcaci berusaha meracuninya dan sang pangeran langsung pergi setelah menciumnya? Siapa yang menyangka, bahwa para Loup ada karena si Tudung Merah yang jatuh cinta pada si srigala?

Walau begitu, raja di tempat itu seolah tak lagi dapat mengurus dunia itu. Teror menyebar dan ancaman dimana-mana. Apalagi David tak dapat kembali ke dunia asalnya karena lubang yang membawanya ke tempat itu telah tertutup oleh si Lelaki Bungkuk, makhluk jail yang tidak mau David pergi dari dunia itu karena dia berniat menuntaskan rencananya sendiri.

Si Tukang Kayu, orang yang merawat David ketika dia baru sampai di dunia itu menyarankan David untuk mendatangi sang raja, yang dikabarkan memiliki kitab misterius yang mungkin dapat menolongnya, Kitab tentang yang telah hilang–the book of lost things.

Dimulailah perjalanannya menuju kastil sang raja, melewati puing-puing rumah kue yang terbakar menyisakan cerobong asapnya, jembatan yang dijaga oleh troll dengan harpy-harpy kelaparan menunggu di bawahnya, pertemuannya dengan ketujuh kurcaci, dengan seorang pemburu, seorang prajurit yang sedang mencari ‘teman’nya yang hilang, dan banyak kejadian lain yang mewarnai perjalannya menuju istana.

Buku ini adalah buku fantasi yang (menurutku) menarik, cukup membuatku ikut tegang saat David berada dalam keadaan sulit.

TAAAPI I I I I……….!!!!

Perlu kuingatkan, buku ini memiliki rating ‘Dewasa’ karena ceritanya yang (cukup) sadis, dengan mayat-mayat yang bertebaran di mana-mana, kepala yang terlepas dari badannya, (yang cukup ngebuatku mual karena ku baca setelah makan), dan sangat-sangat-sangat membuatku bersyukur karena dalam buku ini tak ada satupun ilustrasi mengenai itu (secara, aku pengecut gitu…)

Tapi buku ini menegaskan pada kita, betapa pentingnya orang-orang di sekitar kita, bahwa kita akan menyesal ketika kita membuat keputusan berdasarkan kebencian. Bahwa kita harus mengalahkan ‘rasa takut’ sebelum ‘rasa takut’ itu mengalahkan kita.

Yah…

I think that’s all from me ^^a

Just read it if you want ^__^

20 responses

  1. ophie

    fantastic!
    david mang pemberani

    oia, thank iia.. cz resensi ini bantu aku bwt nylesein tugasku..

    4 December 2010 at 1:41 pm

  2. kak ada niat mo jual the book of lost thing ga? aku pengen bangeet…😦
    mgkn bisa hubungi aku 083847464449

    13 April 2013 at 1:54 pm

    • walah, yg punyaku aja udah entah dimana, kebanyakan buku ><

      13 May 2013 at 3:36 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s