The forgotten snow dust…

Twilight

Another resensi buku…
=p

Hihihihi

*yang juga dibuat demi tugas dari ortu =_=”a*

*****

or click the picture to see the real cover ^_^

Buku : Twilight
Penulis : Stephenie Meyer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 520 halaman
Terbit : Cetakan Pertama, Maret 2008. Cetakan Kedua, Juli 2008.
Harga : Rp. 60.000,-
(Harga ada kemungkinan udah berubah)

~~**~~

Tentang tiga hal aku benar-benar yakin:


Pertama, Edward seorang vampir.


Kedua, ada sebagian dirinya—dan aku tak tahu seberapa dominan bagian itu—yang haus akan darahku.


Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat.”


Ketika Isabella Swan pindah ke Forks yang muram, ia bertemu Edward
Cullen, cowok misterius sangat memesona yang membuat perasaannya
jungkir-balik. Dengan kulit porselen, sepasang mata keeemasan, dan
suara merdu memikat, Edward sungguh sosok teramat menarik yang membuat
Isabella terpikat. Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan
identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad untuk menyingkapkan
rahasia paling kelamnya.


Hanya saja Bella sama sekali tidak menyadari bahaya yang menantinya,
ketika hubungannya dengan Edward semakin akrab. Dan sanggupkah Bella berpaling dan meninggalkan Edward sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan kembali baginya?

Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya,
cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan
sekaligus mati pada saat yang sama.

~~**~~

Isabella Swan, pindah ke Forks karena ibunya–yang sudah ‘berpisah’ dengan ayahnya dan menikah lagi–juga pindah mengikuti suami barunya yang juga bekerja berpindah-pindah.

Bella berpikir dia tidak akan menyukai Forks, dia tidak suka hujan dan segala hal yang lembab, tapi karena ayahnya tinggal di sini, dia pindah.

Di sekolah barunya dia bertemu Eric, Mike, Jessica, Angela, dan lainnya serta kakak beradik angkat keluarga Cullen. Yang paling menarik baginya adalah Edward Cullen, yang entah kenapa terasa menghindari dia pada saat mereka sebangku di kelas biologi.

Tapi hari-hari selanjutnya Edward mulai bersikap ramah. Hingga suatu saat, sebuah van milik Tyler slip dan (akan) menabrak Bella–kalau Edward tidak menolongnya–menahan van itu hingga Bella selamat. Kejadian itu menimbulkan kecurigaan Bella, bagaimana mungkin seorang manusia bisa berlari begitu cepat ke sampingnya dan menahan sebuah van? Bella menanyakan hal itu padanya, tetapi Edward menolak menjawab.

Serentetan kejadian terus membuat Bella makin curiga bahwa Edward bukanlah manusia. Tetapi Bella juga tidak yakin, dan Edward begitu menutupi hal-hal itu.

Suatu saat, Bella dan teman-temannya pergi ke pantai–La Push–, Edward (ataupun keluarga Cullen lainnya) tidak ikut, berkata mereka akan pergi kemping bersama keluarganya. Di La Push inilah Bella bertemu dengan Jacob Black, yang salah satu keluarga Black berkata bahwa keluarga Cullen tidak akan datang ke tempat itu saat Lauren memancing pembicaraan tentang keluarga Cullen. Bella yang mendapati hal itu agak aneh penasaran, dan meminta Jacob menceritakan tentang hal itu. Maka Jacob menceritakan tentang kepercayaan suku quileute bahwa mereka adalah keturunan werewolf, dan memiliki perjanjian dengan keluarga Cullen–yang dikatakan adalah vampir–bahwa keluarga itu tidak akan mendatangi La Push. Cerita Jacob membuat Bella berpikir bahwa Edward (dan mungkin juga keluarga Cullen lainnya) benar-benar bukan manusia.

Sepulangnya, Bella mencari di internet berbagai informasi mengenai vampir, dan membandingkannya dengan hal-hal yang dialaminya dan yang diceritakan Jacob.

Saat dia pergi ke Port Angeles untuk membantu temannya memilih baju untuk prom night, dia bertemu Edward, yang menolongnya saat ia terdesak, dan Edward mengajaknya mengajaknya makan malam–sementara Edward sendiri sama sekali tidak memakan apapun– dan mengantarnya pulang. Pada saat itulah Bella tahu, Edward–dan keluarga Cullen lainnya– adalah vampir.

Walau begitu, Bella menyukai Edward, begitu pula sebaliknya.

Hingga suatu hari, Edward mengajak Bella bermain (menonton tepatnya) baseball bersama keluarganya. Di situlah masalah bermula.

Sekelompok vampir pemburu datang, dan James, salah satu dari tiga pemburu itu menyadari bahwa Bella adalah manusia.

Merasa tertantang untuk memburu Bella–seorang manusia yang dilindungi tujuh orang vampir–James dan Victoria, rekannya, mengejar Bella. Sementara Laurent, pemburu lainnya, memutuskan untuk pass, dan melanjutkan perjalanan menuju utara.

Perburuan telah dimulai.
Bella dan Edward sementara memutuskan untuk berpisah –dengan berat hati–, Bella menuju Phoenix dan Edward ke arah lainnya, memancing para pemburu untuk menjauhi Bella. Bella pun menyakiti perasaan ayahnya dan pergi kembali ke Phoenix, walaupun dia tidak ingin melakukannya.

Dan di Phoenix…
Perburuan berlanjut…

**dibekep gara-gara kebanyakan ngasi spoiler**

20 responses

  1. ah, nonton ah smbil beli bukunya~

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Douzo~~~

    17 December 2008 at 7:58 pm

  2. beliin…

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Ok, mana uangnya?

    23 December 2008 at 11:52 am

  3. kmaren abis nonton.. *telat banget ya??*
    adegan terakhir, waktu edward dansa ma bella, bener-bener bikin gue jedukin pala ke lantai..

    huwaaaa…
    *nangis geje*

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Walah…
    ngapain kamu njedukin pala ke lante? *ngelirik curiga*

    24 December 2008 at 3:06 pm

  4. tenyom lagi nggk bener, makanya jedukin pala ke lantai

    8 January 2009 at 5:37 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s