The forgotten snow dust…

The Death

Someone’s Point of View:

Kematian, kenapa harus ada?

Takut, aku takut.

Aku benci kematian, dia telah mengambil orang-orang yang penting bagiku, orang-orang yang kusayangi, orang-orang yang kucintai.

Aku benci, benci!

Kenapa harus ada kematian? Kenapa semuanya tidak abadi saja? Kenapa?

Kalau kematian tidak ada, mungkin kami, manusia, tidak akan terburu-buru seperti ini.
Kalau ‘hidup’ ini tidak ada batas yang bernama ‘kematian’, aku tidak akan kehilangan mereka.
Kalau ‘hidup’ ini tidak ada batas yang bernama ‘kematian’, aku… aku…

Tapi kalau kematian tak ada, orang yang menderita akan terus menderita.
Kalau kematian tak ada, orang yang sakitnya tidak bisa disembuhkan akan terus merasa sakit.

Ada yang berpikir tidak ingin cepat-cepat dijemput oleh kematian.
Tapi ada juga yang berpikir lebih baik kematian datang lebih cepat menjemput mereka.

Kenapa?

Jadi kematian itu baik atau jahat?

Aku tidak mengerti, aku tidak mengerti, aku tidak mengerti.
Dan aku tidak mau mengerti.
Tapi aku juga tidak tahu apakah aku bisa mengerti atau tidak.

Kematian adalah suatu hal yang kejam dan menakutkan bagiku.
Tapi bagi orang lain, itu adalah suatu hal yang indah dan ditunggu.

Dan ada juga yang bersikap netral kepadanya.

Sebenarnya,

Kematian itu baik atau jahat?

Someone’s Point of View by Reina Lunarrune

******

The Death’s Point of View:

Aku adalah kematian, tak seorangpun bisa melawanku.

Orang-orang menangis saat aku datang dan berlalu. Aku merenggut mereka yang orang-orang itu sayangi. Tapi peduli apa?

Aku adalah kematian, aku hanya mencoba mengurangi jumlah makhuk di bumi ini, dan itu juga untuk penghuni bumi ini juga. Tapi mereka membenciku? Peduli apa?

Aku dibenci dan ditakuti, tapi aku juga disenangi dan diinginkan.
Tidak percaya?

Coba saja lihat beberapa orang yang buruk nasibnya,
Tidakkah mereka mengatakan, “Lebih baik mati”?
Coba lihat orang-orang yang sakit keras
Tidakkah mereka berkata, “Semoga ini cepat berakhir, mati pun tidak apa”?

Aku menghentikan rasa sakit, rasa sedih, dan derita.
Tapi aku juga menghilangkan kebahagiaan, rasa senang, dan harapan.

Dan aku memberikan ketidaktahuan.

Siapa yang bisa menebak bagaimana keadaan mereka setelah aku datang membawa mereka?

Siapa yang bisa menebak mereka akan berada di “surga” yang mereka agungkan, atau “neraka” yang mereka takuti?

Tak seorangpun…

Tiap makhluk yang hidup memiliki waktu mereka masing-masing.
Ada yang mengharapkan waktu mereka cepat habis,
Ada juga yang mengharapkan waktu mereka tidak akan berhenti.

Untuk mereka yang menginginkan waktu…
Apa kalian akan bahagia kalau waktu kalian ditambah?

Untuk mereka yang ingin waktu mereka cepat habis, mereka yang mengharapkan kematian…
Sebegitu yakinkah kalian menghadapi aku?

The Death’s Point of View by Reina Lunarrune

14 responses

  1. hurt for sure
    but sometimes pain kayak menambah bumbu kehidupan
    sometimes its pain that tellin us, we’re still livin a life
    sometimes its pain that remind us, we’ve been through a beautiful life
    *ini reply kok nglantur yak,hehehe*

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Gapapa, ngelantur itu indah😛

    And it’s also telling us, that happiness isn’t eternal, everything will have their own ends.
    ==”a

    23 December 2008 at 11:56 am

  2. hmm….
    actually, I don’t know how 2 say it, but it’s a nice writing…

    caramu mnggunakan kata2 itu lo yg jd klbihannya..😀

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Ahaha…
    #bingung sendiri, bagaimana cara ku gunakan kata2nya? :D#

    *dibantai*

    28 December 2008 at 1:06 pm

  3. Rei。

    Hidup adalah timbangan. Semua harus seimbang

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Yup, it is
    ^_^

    29 December 2008 at 2:22 am

  4. *penasaran* rasanya mati gimana ya

    ~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~**~~~
    Coba gih… *siapin golok*

    3 March 2009 at 1:53 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s