The forgotten snow dust…

Selasa 30 November 2123 – 2

Alarm berbunyi nyaring, angin perlahan bertiup melewati jendela bersama dengan cahaya hanget matahari.

Aku mendengar suara-suara sibuk di sekitarku, tetapi aku tidak membuka mataku. Aku masih ingin menikmati saat yang damai ini sebelum hal-hal aneh terjadi lagi padaku.

“Rein!! Bangun!!” Seseorang berteriak dari samping kasurku.
Uuungh…
Pengganggu datang…

“Rein, kita mau pergi atau tidak?!”

Mendengar Kyou berteriak seperti itu mengingatkanku pada janji bahwa kita akan pergi keluar.
Cepat-cepat aku bangun, mengambil bajuku (“bajumu ada di atas meja,” kata Eriil), dan berlari ke kamar mandi. Aku keramas secepat yang aku bisa dan keluar dari kamar mandi dengan kaos putih dan celana panjang hitam.

Ketika aku keluar dari kamar mandi, setiap pasang mata melihat ke arahku.
Suasana menjadi sunyi untuk beberapa saat.
Aku tidak tahu kenapa, “Err… Permisi, semua…”

Setelah aku bergerak seidikit, semua berteriak, “REIN!!”

Semua kemudian berbicara mengenai banyak hal dalam satu waktu yang sama. Aku tidak bisa benar-benar mendengar apa yang mereka bicarakan.

Aku bisa saja pingsan kalau Kyou tidak menyeretku dari kerumunan. Lalu Kyou memperkenalkan semuanya yang ada di rungan, tak seorangpun kaget mengetahui aku amnesia, Kyou atau Eriil pasti sudah memberitahu mereka sebelumnya.

Setelah perkenalan, kami menyiapkan barang-barang untuk piknik. Lalu ketujuh belas anak pergi ke taman bermain, Bennedict Area.

Di taman, kebanyakan anak berkelompok dan berpencar ke permainan yang berbeda, dengan janji akan bertemu kembali pada jam 11.45 di dekat jam besar dengan air mancur yang ada di pusat Bennedict Area ini. Kyou dan Eriil tetap bersamaku.

Tapi ada yang aneh di sini. Ketika aku mengajak Kyou dan Eriil untuk mengantri suatu permainan, Eriil selalu membawaku dan Kyou ke tempat keluar permainan itu, kemudian kami boleh bermain selama yang aku mau, bahkan tanpa mengantri sedikitpun! Dan Kyou juga tidak terlihat bingung akan hal ini.

Erril sepertinya mengetahui apa yang aku pikirkan saat ini, dia lalu berkata, “Itu karena nama panjangku adaklah Eriil Cyenna Erevrata Lanzelth.”

Kyou menyadari aku bertambah bingung, dengan nada sinis ia berkata pada Eriil, “Kalau kamu mau menjelaskan sesuatu, lebih baik kamu jelaskan hal itu sejelas-jelasnya. Kamu hanya membuat orang-orang yang kau jelaskan bertambah bingung, tau…,” lalu dia terkekeh pelan.

“Ahaha, maaf Kyou, kebiasaan tidak bisa diubah semudah bicara,” Eriil ikut tertawa.

Hei, aku tidak mengerti!

Kyou menghela napas dan mulai menjelaskan, “Rein, apa kamu tahu nama kota ini?”
“Ya, tentu saja. Namanya Leluath Landzeth, eh?” Aku baru menyadarinya, “Lanzelth dan Landzeth, kenapa sangat mirip?”

“Akhirnya kamu menyadarinya,” Eriil tersenyum.
“Jadi… Kamu…”
“Ya, aku anak dari pemilik kota ini.”

Belum sempat aku berkata lebih banyak, Kyou menyela, “Udah jam 11.30, mau datang ke menara?”
“Boleh,” Eriil dan aku menjawab bersamaan.

Semua sudah berada di sana saat kita sampai. Mereka memanggil-manggil nama kami dengan histeris ketika kami muncul,

In the grand waterfall clock, everyone have been there. They’re calling our name just after we’ve seen them. There we had lunch together and did some games. We went separated again at 2.00, because we still wanted to play other attractions.

Kyou and Eriil still stood by me. I didn’t know why. They seemed like guarding me. But I didn’t mind. I was way too enjoy the attraction there, and didn’t realize that they were using their sort of telepathy thing when they were with me.

Then all of us gathered again at 8.30 on the park exit gate and went back to my house. The bus stopped in front of the house, and I just realized. That I lived in a such a big house. With the pretty garden surrounded the building.

I’ve never realized it before.
This is so cool!!

I ran around the garden, in the back garden, I saw a big swimmingpool and hot tub. I asked the maid who’s just in there to welcoming me to take my swimsuit.

Then I changed to my swinsuit in seconds, and just by the time the others got there, I’ve jumped to the hot tub.

“Ahaha… Rein, nice idea!! Everyone, lets get in too!!” Seto, one of my classmates shouted. Then all people also changed into swimsuit (i didn’t know where do they got it), and jumped to the hot tub.

There’s also some of them who get into the swimmingpool, but because the water’s too cold, they moved to the hot tub also.

But then, I realized that Kyou wasn’t here. And Eriil just sat near the door to the house, watching us who were having fun in the hot tub.

We were out of the hot tub at about 9.00, and went to our rooms. Each room contained 4 people. But I was just alone. With Kyou and Eriil on the sofa.

But I didn’t care.

I’ve used my energy too much today.
And it’s so fun knowing that no strange things happened today.
At least that what I thought.

 

Good night…

One response

  1. yak, cerita lamaku yang terlupakan

    25 March 2009 at 9:48 pm

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s