The forgotten snow dust…

Aku dan Tulisanku

Tugas mencari dan membaca puisi.
Cukup membosankan sepertinya bagi anak2 di kelasku. Beberapa dari mereka bahkan meminjam puisi salah seorang lainnya, bahkan mengambil sebuah lagu untuk puisinya (yang sangat ketara peniruannya dan dengan sukses ngebuat anak sekelas ngakak kuadrat)

Tapi jujur aku tak terlalu membencinya.

Puisi yang kuambil bukan buatanku sendiri tentu. Aku bisa dengan santai memberikan cerpen2ku pada guruku, tapi tidak dengan puisi.

Tak butuh waktu lama untukku memahami puisi yang kuambil dari sini.

Aku dan Tulisanku

Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku
tak pernah menulis satu kata?
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku
tak pernah meninggalkan kesan?
tulisanku adalah diriku, diriku mustahil adalah tulisanku
jari-jariku bekerja dengan otakku
tapi tidak dengan diriku
diriku adalah kumpulan prilaku potensi dosa
diriku adalah susunan tulang daging darah
yang mungkin telah menyerap barang haram
diriku bukan milikku, lingkunganku telah mengklaimnya
Adakah orang pernah menerima aku berbeda dengan tulisanku?
Berjayalah kalimat-kalimat yang kutulis
sebab mereka mendapat teman dan musuh yang menghormati
ingin aku memasukkan diriku ke dalam tulisanku
harap aku bisa mendapat sapaan hormat yang sama
Tulisanku adalah produksi otakku yang bersahaja
tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
tulisanku memberi tahu tentang aku ke dunia
sementara aku tak pernah berbuat yang sama
kepada tulisanku…

Aku sendiri heran bagaimana diriku tertarik untuk membuka link itu dari sekian banyak hasil pencarian yang muncul. Tapi yang jelas, aku seolah ‘terpanggil’ saat membaca judulnya.

Entah ada yang menyadari atau tidak, puisi tersebut bisa dikatakan ‘curhat’ku.
Memang aku mengubah beberapa kata saat itu, tapi tetap saja…

Kurasa semua tahu kalau aku (hampir) selalu sendiri di kelas. Entah mereka menyadarinya atau tidak, ‘teriakan’ yang keluar saat aku melantunkan puisi ini adalah teriakanku. Terutama kalimat awal puisi itu.

Dan sepertinya (entah ini hanya perasaanku atau bukan), memang ada beberapa orang yang berubah sikapnya setelah pembacaan puisi itu. Aku sebenarnya tak keberatan apabila mereka mau santai2 saja setelahnya, tapi (sepertinya) memang ada beberapa orang yang ‘berubah’, dari sudut pandangku tentunya.
Aku tak yakin apa perubahan mereka ini akan bertahan lama atau tidak, dan aku juga mencoba untuk tidak peduli.

Aku menulis untuk membuat diriku ‘ada’
Tapi kurasa aku semakin jarang menulis sekarang. Kutemukan sudah orang yang membuatku ‘ada’ saat aku bersamanya.

Walau begitu, sesekali blog ini memanggilku…
Dan aku hanya bisa menjawab…

_

_

_

“Maaf…”

Edited : December 09, 2009

Perubahan mereka ternyata memang hanya perasaanku saja.

16 responses

  1. adee

    Itu puisinya yg ngarang syp sih ???

    19 April 2010 at 10:08 pm

    • siapa yang ngarang aku juga gatau, tapi linknya udah kutaro di atas ko ‘.’

      20 July 2010 at 7:12 am

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s