The forgotten snow dust…

Apa salahnya menjadi “orang ketiga”?

Kadang aku bertanya2, apa aku juga manusia?
Kenapa aku ga bisa berbaur dengan kalian kalo iya?
Kenapa wadah yang membuat aku bertemu kalian harus ada?
Jadi “sudut pandang orang ketiga” ngga berarti gaada kan?
Cerita itu gaakan ada kalo si “sudut pandang orang ketiga” ngga mau cerita kan?
Walau mungkin bisa kalo pake “sudut pandang orang pertama”, tapi aku yakin para “orang pertama” terlalu sibuk dengan naskah dan dialognya sendiri, sampe dia ga meratiin satu2nya “orang ketiga” yang ngeliatin sambil senyum2 liat tingkah mereka di ujung, jauh dari keramaian, bahkan ga disadari

Jadi satu2nya “orang ketiga” emang berat, pasti kalah suara sama “orang pertama” yang sampe 38 orang
Tapi kalo lama2, apa ga muak terus sendiri?
Masih ada 1 tahun lebih lagi, sanggupkah aku?
Taukah kalian kalo kadang aku terganggu?
Ah ya… mana mungkin kalian peduli… para “orang pertama” memang paling penting…
Aku cuma bayangan (yang dicari kalo ada kewajiban) aja buat kalian, cuma pelengkap yang ga perlu ada

Kenapa aku ga sekalian ga ada aja?

5 responses

  1. lukmandisini

    BERJUANG!!! CARI KOMUNITAS BERUANG SEJENIS BIAR TETAP HIDUP DAN BERKEMBANG BIAK *loh* *plak*

    18 April 2011 at 4:38 am

  2. menjadi orang ketiga memang bukan impian tapi adalah pilihan ….

    5 September 2011 at 9:35 am

  3. @liamariaagnes

    ini si @empyreans yah ^^

    12 March 2012 at 10:47 am

To Leave Your Mark:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s